Pages

Contoh Tulisan Berjalan

Selasa, 29 Mei 2012

Hakikat mutu pendidikan

Hakikat mutu pendidikan, Menurut Tampubolon (dalam Sambasalim, 2009) mutu adalah paduan sifat-sifat produk yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik kebutuhan yang dinyatakan atau kebutuhan yang tersirat, masa kini dan masa depan. Sedangkan menurut Crosby (dalam Sambasalim, 2009) mutu mengandung maknakesesuaian dengan kebutuhan. Berdasarkan pendapat di atas dapat didefinisikan bahwa mutu adalah perpaduan sifat-sifat barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan bahkan melebihi harapan pelanggan, baik yang tersurat maupun yang tersirat.
Sedangkan dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input (masukan),proses, dan output (keluaran) pendidikan. Input (masukan) pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu proses. Inputperangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program. Input (masukan) merupakan harapan-harapan berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah (Sambasalim,2009).
Kesiapan input (masukan) sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input (masukan) tersebut.
Output (keluaran) pendidikan merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efesiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output (keluaran) sekolah, dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar siswa, menunjukkan pencapaian yang tinggi(2009).
Proses Pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output (keluaran). Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah), proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan proses monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengelolaan input pendidikan dilakukan secara harmonis, sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik.

2 komentar:

  1. makasihh gan info nyaaa




    ayo gan buruan ikutin kompotisi cerdas cermat online sejawatimur seri2 gann hadiahnya cukup banyak dan pendaftaranya geratis gan

    BalasHapus
  2. @Try Out Online,,, ok,, gan saya coba ya Gan,,,smga sy dpt memenangkan kompotisinya,, hahaha makasi sudah mampir,,

    BalasHapus

Komentar Menggunakan Bahasa Yang Sopan, Komentar Yang Tidak Mendidik,, Akan Saya Hapus. No SPAM,, No SARA