Pages

Contoh Tulisan Berjalan

Jumat, 04 Mei 2012

Belajar dari Orang-orang Istimewa

Memiliki tubuh yang sempurna adalam idaman setiap orang. namun takdir berkata lain, kita tidak bisa menolaknya. sangat bijaksana bila kita selalu meningkatkan keimanan dan ikhlas menerima takdir yang telah di tetapkan.

Betapa banyak orang yang mempunyai keterbatasan fisik justru bisa sukses dalam kehidupannya. di masa Rasulullah SAW, kedudukan orang yang cacat mendapat tempat yang layak dalam masyarakat. bahkan di antaranya ada yang mendapat derajat yang tinggi, mati dalam keadaan Syahid.

Di balik orang besar, berdiri orang besar di belakangnya. orang istimewa pun demikian, mereka tidak besar dan istimewa dengan sendirinya, namun, melalui proses yang membutuhkan waktu yang lama serta kesabaran orang yang berperanan mengawalnya. ia bisa orang tua, istri, anak-anak atau teman seiman.

Adalah amr bin Jamuh, penyandang cacat kaki yang beristrikan Hindun binti Amr bin Haram yang selalu memberi semangat kepadanya. sehingga menjadikan Amr bin Jamuh tetap bersikukuh ikut perang uhud, walau pun anak-anak melarangnya. "wahai Ayah"  sungguh Allah telah menggugurkan kewajiban jihad atas dirimu karena keadaanmu yang pincang itu.


Namun Hal itu tidak menyurutkan untuk meminta izin Rasulullah SAW  ikut dalam perang. Rasulullah pun mengizinkan sehingga Allah SWT berkenan memberikan derajat tinggi berupa mati syahid. Rasulullah bersabda: Demi Tuhan Yang Diriku berada dalam kekuasanNya, sungguh aku melihat Amr bin Jamuh mengijakan kakinya yang pincang ke dalam surga. 

 Kita mengenal abdullah bin Umi maktum, seorang buta yang menyebabkan turunnya surat Abasa. dengan semangat keimanan dan belajar yang tinggi, ia bertanya kepada Rasullah,, Ya Rasulullah, ajarkan kedaku apa yang di ajarkan Allah Kepamu . karena Rasulullah sedang berbicara dengan pemuka Quraisy, sehingga Beliau mengabaikannya. atas sikap Rasul itu, akhirnya turun surat Abasa. setelah itu, Nabi SAW selalu memuliakannya. bahkan sering menanyakan kepadanya kalau ada keperluan apa yang harus di penuhi. (Riwayat Abu Ya'laa)


Maka tidak ada alasan bagi kita berkecil hati dan malu bila ada anggota keluarga atau diri kita sendiri mempunyai kekurangan Fisik. ....sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yang paling bertakwa. sungguh Allah maha mengetahui dan maha teliti. 
(Al-hujarat 49:13)
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Menggunakan Bahasa Yang Sopan, Komentar Yang Tidak Mendidik,, Akan Saya Hapus. No SPAM,, No SARA